Pages

Tuesday, September 16, 2008

World Bank… A Step Forward to Success by Knowledge Management

Menggali Urgensi Knowledge Management. Dan World Bank pun Mengaplikasikannya Bersama Perusahaan-Perusaahan Sukses Kelas Dunia

Knowledge management atau yang lebih sering disingkat sebagai KM merupakan suatu disiplin yang memperlakukan modal intelektual sebagai aset yang perlu dikelola. KM sendiri bukan hanya suatu centralized database yang berisi informasi yang diketahui oleh kelompok knowledge worker saja, melainkan merupakan konsep untuk mendapatkan business idea dari berbagai sumber (termasuk database, websites, employee, business partners) dan menggali informasi dari sumber manapun yang ada.

Dari definisi tersebut, tentunya kita sudah memiliki sedikit gambaran mengenai pentingnya penerapan KM di suatu perusahaan. Itulah mengapa, dewasa ini KM juga semakin naik daun dan semakin popular dikalangan para motor perusahaan. Hal tersebut tidak terlepas dari faktor-faktor berikut :

* Berkurangnya anggapan bahwa asset (dalam bentuk benda konkret) adalah yang terpenting dalam perusahaan, serta berkembangnya pemikiran bahwa ketrampilan manajemen dan ketepatan dalam mengambil keputusan yang menyesuaikan iklim bisnis yang ada.

* Adanya fenomena corporate amnesia – working knowledge, yaitu suatu tren yang mengarah pada meningkatnya sign up karyawan dengan membawa serta pengetahuan yang mereka miliki keluar dari perusahaan akibat munculnya kecenderungan perusahaan yang menghendaki struktur organisasi yang lebih ramping.

* Dalam 50 tahun terahir, perekonomian berubah dari sistem yang berorientasi pada pekerja dan menghargai produksi menjadi sistem yang menghargai ketrampilan dan intelektualitas.

* Berkembangnya IT yang mampu merangkum data, informasi dan pengetahuan secara otomasi yang tentunya jauh melampaui kemampuan tenaga terdidik dalam menyerap dan menganalisanya.

* Semakin kuatnya persaingan industri yang mengakibatkan para pelaku bisnis menjadi semakin aware untuk meresponnya.

Alasan tersebut memang sudah cukup menggebrak para pengusaha, professional, CEO, manajer, hingga direkturnya untuk semakin serius menerapkan KM. Hasil survey majalah Fortune tahun 1999 menyebutkan 15 perusahaan paling atas dalam hal marketingnya, seperti Microsoft di tempat teratas yang kemudian disusul Nokia, Fuji dan Xerox. Hal tersebut tidak lepas dari pengimplementasian KM di perusahaan mereka.

Word Bank, salah satu perysahaan multinasional yang sukses akan KM nya ternyata tidak lepas dari usahanya untuk menerapkan KM pada tahun 1990 dan mampu mengubah pengetahuan internal menjadi suatu kesuksesan komersial untuk percapaian prestasi opersional yang luar biasa. Secara garis besar, kesuksesan itu diraih karena World Bank mampu menciptakan ide baru dan hasil yang nyata melalui fokusnya pada sumber daya perusahaan.

Saat ini, World Bank masih terus menggali pengetahuan, baik dari luar, riset internal serta berbagai evaluasi. World Bank juga berbagi pengetahuan dengan klienmaupun staffnya untuk mengaplikasikan pengetahuan tersebut melalui produk dan pelayanan serta dengan belajar dari setiap kesuksesan dan kegagalannya. Pihak perusahaan sendiri yakin bahwa petualangan bisnis memerlukan sharing knowledge. Hal tersebut justru yang akan meningkatkan kecepatan, missal dalam mempercepat cycle time, peningkatan kualitas pelayanan, inovasi, dan mengurangi biaya denga mengeliminasi proses yang kurang penting. Menurut perusahaan tersebut, sharing knowledge mampu membawa pemain baru di arena bisnis serta menyediakan akses global yang akan mempercepat perkembangan perusahaan itu sendiri.

0 comments: